ADA - ADA SAJA !!!

Dalam sehari-hari saya sering menyaksikan bagaimana sikap dan perilaku masyarakat kota Banda Aceh, khususnya pengguna jalan yang kurang memiliki kesadaran dalam berkendaraan. Banyak hal kejadian yang terkadang membuat saya, atau anda sendiri tidak habis pikir melihat orang-orang yang memiliki "keanehan" dalam berkendaraan di jalan raya.

Cobalah anda saksikan ketika di traffic light di sebuah persimpangan. Setiap hari pasti ada saja yang melanggar aturan. Disaat jam sibuk dan jalanan dipadati kendaraan, masih saja ada orang-orang yang aneh tersebut hanya mementingkan dirinya sendiri.

Keanehan pertama yaitu, ketika lampu merah masih menyala di traffic light, orang yang di belakang kita sibuk klakson tit-tit, pop-pop. Apakah dia pikir kita buta warna karena belum melaju. Padahal yang buta warna itu adalah yang klakson-klakson itu dibelakang. Sudah jelas lampu masih merah, tandanya kendaraan harus berhenti dan menunggu lampu hijau untuk melaju kembali. Memang aneh sikap dan tingkah laku para pengendara di Banda Aceh, ternyata masih banyak yang buta warna dan tidak memiliki kesabaran. Ada-ada saja.

Keanehan yang kedua adalah, ketika lampu merah di satu titik persimpangan masih nyala, sering kita temui para pengendara baik laki-laki maupun wanita tua dan yang muda, dengan "gagah", "cuek" dan angkuh lewat begitu saja tanpa ada perasaan salah dan takut ditabrak oleh kendaraan dari arah lain. Kejadian seperti ini paling sering saya lihat ketika di traffic light. Malah yang terobos lampu merah itu ada yang sudah terjebak di tengah jalan karena tidak bisa melaju lagi dikarenakan harus memberi jalan kepada pengendara dari arah yang lain yang memang sudah haknya untuk melaju. Kalau sudah begitu si pengendara yang terobos tadi cuma bisa berhenti, diam, mungkin juga malu karena tahu sudah salah, dan yang pasti dipelototin sama para pengendara yang sudah haknya untuk melaju. hahaha..emang enaaaaaaaaaak!!!
Dan juga pernah saya menyaksikan yang terobos lampu merah tersebut hampir ditabrak oleh kendaraan dari arah yang lain.

Keanehan ketiga adalah tidak sabarnya para pengendara kendaraan ketika menjelang lampu hijau nyala. Saat ini di beberapa persimpangan di kota Banda Aceh sudah 90% traffic light nya menggunakan sistem tampilan durasi waktu (timer) yang terpampang di atas traffic tersebut. Nah, ketika peralihan dari merah ke hijau atau ketika waktunya sudah memasuki 5 detik terakhir, beberapa pengendara sudah langsung tancap gas. Sering saya lihat "komunitas tancap gas" ini biasanya melaju pada waktu 3 detik terakhir. Mereka tidak tahu bahwasanya ketika waktu sudah masuk detik ke-1 terakhir pun dari arah yang lain itu masih menyala lampu hijau yang akan beralih ke lampu kuning terlebih dahulu sebelum lampu merah menyala. Artinya ketika di jalur kita sudah masuk ke detik terakhir dan lampu hijau belum nyala itu tandanya dari jalur lain para pengendara masih punya hak untuk melaju. Kalau dari arah yang berbeda sama-sama melaju yang akan terjadi saling berpapasan, kemacetan di tengah jalan atau bisa-bisa terjadi tabrakan.

Fenomena seperti di atas itu sudah menjadi tontonan sehari-hari ketika saya berpergian. Anehnya para pengendara yang aneh-aneh itu seperti tidak punya rasa bersalah ketika sudah "kepergok" ditengah jalan atau persimpangan. Pengendara-pengendara seperti fenomena di atas itu tidak hanya dari kaum lelaki saja, melainkan juga ada dari wanita, baik yang muda ataupun ibu-ibu.

Tingkah laku seperti di atas tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Banda Aceh ini memiliki kesadaran yang sangat kurang dalam kehidupan antar sesama masyarakat. Salah satu contohnya adalah dalam hal berkendaraan. Masyarakat kita masih bersikap individualis (mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain), cuek, angkuh, sombong, dan tidak memiliki kesabaran. Satu hal lagi yaitu masih banyaknya para pengguna jalan yang buta warna dan buta aksara.

Kejadian sehari-hari memang memberikan kita banyak pelajaran dalam hidup ini, yaitu dimana dan bagaimana hak dan kewajiban kita dalam hidup antar sesama manusia diaplikasikan. Kejadian melanggar lalu lintas adalah melanggar aturan. Dalam hal ini, masing-masing kita punya hak dan kewajiban dalam berkendaraan. Kewajiban para pengendara dari arah "A" yaitu berhenti ketika lampu merah sedang menyala, dan WAJIB memberi HAK kepada para pengendara dari arah "B". Ketika lampu hijau sudah menyala, barulah HAK kita untuk melaju dan juga sebaliknya dari arah "B" WAJIB berhenti ketika lampu merah dan memberi HAK kepada kita untuk melaju. Disinilah terletak hukum keseimbangan alam.

Dalam Al-qur'an, ALLAH sudah mengatur tata surya sedemikian rupa dengan peredaran waktunya masing-masing berputar pada sumbunya. Banyak ayat-ayat di dalam Alqur'an yang menjelaskan tentang keteraturan alam. Al-Qur’an menegaskan malam dan siang keduanya beredar, satu dengan lainnya tidak saling mendahului.
Dalam Surah Yaasiin ayat 40: "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya".
Disamping itu juga telah terbukti, bahwa bulan, bumi, dan matahari dan planet-planet juga berputar pada porosnya (pada garis atau ketentuan edarnya). Ini menunjukkan bahwa ALLAH telah mengatur sedemikian rupa supaya benda-benda langit tersebut tidak bertabrakan. Disamping itu juga telah terbukti, bahwa bulan, bumi, dan matahari dan planet-planet juga berputar pada porosnya (pada garis=ketentuan edarnya). Di alam semesta, miliaran bintang dan galaksi yang tak terhitung jumlahnya bergerak dalam orbit yang terpisah. Meskipun demikian, semuanya berada dalam keserasian. Bintang, planet, dan bulan beredar pada sumbunya masing-masing dan dalam sistem yang ditempatinya masing-masing. Selama masa peralihan dalam beberapa contoh yang sangat terkenal yang diamati oleh para astronom, tidak terjadi tabrakan yang menyebabkan kekacauan pada keteraturan alam semesta.

Nah, kita di jalan kok malah mendahului yang lain, tidak sabar, sombong dan angkuh. Padahal kan juga sudah ada aturannya. Kalau tidak beraturan yang akan terjadi kan tabrakan, kekacauan dan kemacetan. Kalau sudah tertabrak kemungkinan kan dua, hidup atau mati. Kalau mati memangnya ada nyawa satu lagi??

ADA-ADA SAJA..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

{ 1 comments... Views All / Post Comment! }

afadlillah said...

ketabrak baru rasa hehe