KATAKANLAH YANG BENAR WALAUPUN PAHIT AKIBATNYA
http://fadhlulfahmi.blogspot.com/
Saturday, October 14, 2006
Menampilkan Yahoo!Mail Beta

Tau Yahoo!Mail Beta ga? mgkin yg udah ada pasti donk tau, ato mgkin jg ada yg udah liat pnya kwnnya. Aku sendiri memakai yahoo!mail beta, pas waktu pertama kali aku buka n cek email. trus ada pesan inbox dari yahoo.com. Pertama liat2 n baca2 dulu cara2 ato langkah2nya, trus aku ikutin deh cara utk menampilkannya.
Tapi sepertinya masih ada yang lom tau dan penasaran bagaimana cara ngerubah tampilan email kita menjadi Yahoo! Mail Beta.
Tampilannya lumayan bagus dan kerenlah, awalnya sih ga biasa dgn tampilan baru ini, tapi yah mo gimana gi, biasakan donk..biar lbh bersahabat. Bentuknya mirip ama Outlook Express, Preview pagenya dibawah, bila Double click akan keluar windows/tab baru buat email tsb.

Berikut dibawah ini adalah Trik untuk mengubah tampilan email Yahoo anda menjadi Yahoo! Mail Beta:

1. login ke Yahoo! Mail;
2. pilih Options (atau ?Opsi? untuk Yahoo! Mail edisi bahasa Indonesia);
3. klik Account Information di sisi kiri halaman Web;
4. selanjutnya pilih Member Information, General Preferences, Preferred Content (atau padanannya dalam bahasa yang dikehendaki);
5. pilih, misalnya, Yahoo! UK;
6. akhiri semua dengan tombol Finish;
7. masuk lagi ke Yahoo! Mail (sebaiknya lewat new windows/tab atau halaman baru);
8. muncul halaman baru berisi undangan, ?It?s the New Yahoo! Mail Beta? and you?re invited.?
9. klik ?Try Beta Now?.

You're done...
Emank sih ada kekurangannya, mungkin terasa agak lambat kali yah... jadi, yang pakai komputer Pentium II atau III, harap maklum dehh.. Terus lagi Yahoo! Mail Beta ini ngak support ama Opera Web Browser.
Semoga Bermanfaat n Selamat Mencoba...!!!

Labels:


posted by fahmi @ 3:19 AM   0 comments
Thursday, October 12, 2006
Cara download di youtube.com


Tulisan ato tutorial ini cm dikhususkan bagi yang lom tau, yg dah tau, baca aja ya....

Sebelum mendownload pastikan anda telah memiliki
-Browser IE,firefoxs or dll
-Flv Media Plyayer or Vlc media player kalau Gw pilih Vlc aja,napa Gw pilih Vlc tanya aja ma rumput kering sedikit becanda biar ga tegang..Skrng kita mulai aja Ok..

1. Go to
Code:

http://www.youtube.com

2. Pilih video yang mau didownload.
3. Setelah video terbuka. Scroll ke bawah untuk liat linknya. Copy link
4. Buat browser baru Go to
Code:

http://javimoya.com/blog/youtube_en.php or http://www.keepvid.com

5. Paste link di box yang ada diatas. Klik drop down menu yang ada disebelahnya pilih Youtube.
6. Klik download
7. Tunggu setelah itu akan keluar Download dibawah box. Save Target As atau copy link ke Download Manager. Jangan lupa rename file tersebut ke *.flv.
8. Setelah selesai download pastikan anda sudah memiliki FLV media player atau VLC media player
nah ,,,itu aja ya,,selamat mencoba..!!!dahhhh.

Labels:


posted by fahmi @ 6:11 PM   0 comments
Monday, October 09, 2006
Antara Gosip, Isu dan Rumor
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBI) :
# Desas-desus: kabar angin, percakapan orang banyak (yang belum tentu benar dan tidaknya serta tidak diketahui sumbernya).

# Gosip: obrolan tentang orang-orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan.

# Isu: kabar yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas-desus.

# Sedangkan rumor merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, rumour. Menurut Oxford Advanced Leraner's Dictionary of Current English artinya general talk, gossip, hearsay, (statement, report, story) which cannot be verified and is of doubtful accuracy.

Maknanya sama, tapi orang sering menyebut isu dengan berbagai "baju": kabar angin, desas-desus, dan rumor. Ada pula yang mengatakan isu sama dengan gosip. Padahal, Padahal penyebutan isu itu sendiri sebenarnya salah kaprah. "Kalau mengacu ke bahasa Inggris, isu 'kan artinya topik atau pokok persoalan," Isu dalam bahasa aslinya tidak ada sangkut pautnya dengan desas-desus atau selentingan yang notabene mengandung konotasi ketidakpastian.

Sementara itu dalam artikelnya di Majalah Matra Myra Sidharta, psikolog dan pengamat masalah sosial, mencoba memberi batasan antara gosip, desas-desus (kabar angin atau kabar burung), dan isu. "Desas-desus bisa jadi gosip, tetapi gosip tidak bisa menjadi kabar angin," tulisnya.

Menurut Sarlito, berbagai istilah di atas esensinya sama: kabar yang belum jelas kebenarannya. Sedangkan Dr. Paulus Wirutomo, Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia, menyebutnya sebagai berita yang sumber serta isinya belum jelas. "Isinya bisa benar, bisa pula salah," jelas Paulus.

Tidak transparan
Kita tinggalkan saja perdebatan soal perbedaan makna berbagai istilah tadi, dan lebih baik kita serahkan urusan definisi itu pada para ahli bahasa. Yang pasti, ketiganya sering kali membuat petaka orang yang menjadi sasaran ataupun orang lain yang tak tahu menahu duduk permasalahannya.

Meski tidak selalu dimaksudkan untuk membuat kekacauan, tapi isu bisa menjadi senjata pamungkas yang akan mengacaubalaukan sistem kemasyarakatan suatu bangsa. Bahkan di pasar modal, suka atau tidak suka, isu atau sering disebut rumor merupakan price sensitive information. Dengan begitu rumor bisa menyebabkan masyarakat pemodal mengalami disorientasi, kebingungan, atau kepanikan yang bisa membuat pengambilan keputusan sebuah investasi keliru.

Sementara di kalangan selebriti, kabar seperti itu dikemas atau diberi baju bernama gosip. Ada yang bilang gosip sebagai "digosok makin sip". Ketika seorang selebriti sudah terpanah oleh gosip, posisinya bak buah simalakama. Jika diam, bisa ditafsirkan sebagai pembenaran terhadap gosip yang melanda dirinya. Kalau dibantah, persoalan sering malah jadi melebar. Masih ingat dengan gosip yang melanda artis Dessy Ratnasari?ato yang lainnya.

Pada tingkatan lain, ramalan pun bisa berubah menjadi rumor. Tapi ramalan masih berguna sebab bisa memberikan harapan. tapi tentunya ramalan yg bener donk dan sesuai agama. Perlu diingat, harapan membuat manusia terus hidup dan bersemangat.

Pertanyaannya, mengapa energi isu bisa sedemikian perkasanya, terutama akhir-akhir ini, sampai sanggup mempengaruhi berbagai keadaan dalam kehidupan masyarakat?

Sebenarnya hal itu karena faktor informasi yang tidak transparan. "Semua orang butuh informasi. Itu adalah sifat dasar manusia. Kalau tidak memperoleh lewat jalur resmi, ia akan mencari informasi dari sumber lain." Sumber lain itulah yang menyebabkan tumbuhnya isu.

"Ketika 'otoritas formal' terpinggirkan, isu berperan penting menjadi pemegang 'otoritas substansial'. Sementara itu ketika terjadi kegelapan dalam proses komunikasi publik, maka bisik-bisik pun lebih didengar dan dipercaya oleh khalayak."

Dalam kolomnya di Majalah Gatra, Afan Gaffar mengemukakan dua hal penyebab kecenderungan isu berkembang kuat dalam masyarakat kita. Pertama, sistem politik kita memang tak memungkinkan terjadinya transparansi dalam berbagai hal. Kedua, terciptanya kecenderungan berkaitan dengan kebiasaan dan budaya politik kita. Demokrasi yang berjalan dalam sistem politik Indonesia memang belum memberikan peluang bagi masyarakat untuk membicarakan sesuatu secara terbuka dan transparan.

Di sisi lain, diskusi publik yang menandai setiap kebijaksanaan publik dalam sebuah demokrasi tak terjadi sebagaimana mestinya. Tak jarang, lahirnya suatu kebijaksanaan didahului gosip-gosip tertentu, dan ternyata gosip itu menjadi kenyataan. Akibatnya, masyarakat lebih percaya pada gosip ketimbang pada informasi resmi yang dikeluarkan secara formal pula.

Rasa cemas juga merupakan salah satu penyebab mengapa orang mudah menelan rumor. Akarnya adalah ketidakpastian dalam berbagai kehidupan yang dialaminya.

Ingatan manusia tak sempurna
Benang merah dari beberapa pendapat tersebut memang soal kepastian. "Sepanjang sejarah manusia mendambakan aneka kepastian dalam hidupnya." Sebagian besar kepastian itu diraih melalui tindakan mempercayai sesuatu. Masalah timbul manakala lingkungan sehari-hari sudah tidak menyediakan sesuatu yang bisa dipercayai. Masyarakat akan dilanda krisis kepercayaan! Inilah yang terjadi dalam masyarakat sekarang ini.

Ketidakpastian dalam berbagai segi kehidupan akan menimbulkan ketegangan, dan orang yang tegang cenderung panik. Dalam kepanikan, rasionalitasnya hilang dan desas-desus dianggapnya sebagai kebenaran. Dalam kondisi yang serba tidak jelas itu, rumor menjadi katup pelepasan dari situasi ketidakpastian.

Dalam masyarakat Indonesia, ketidakpastian sebenarnya sudah mengakar. Jika menoleh ke belakang, selama ini bibit-bibit ketidakpastian sudah melekat dalam kehidupan masyarakat. Betapa sering kita menemui ketidakkonsistenan informasi dalam tiket transportasi umum, misalnya. Dikatakan tiket sudah habis, setelah duduk ternyata masih banyak kursi kosong. Yang lebih parah adalah penggunaan kata-kata tertentu agar kesannya lebih halus dan sopan. Gejala euphemism, seperti tercermin dalam ungkapan "disesuaikan" ataupun "diamankan" dari para pejabat, justru semakin menurunkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap mereka.

Perjalanan isu tak jauh dari gambaran di atas. Kadar kepastian informasi bisa cacat atau bertambah utuh, tergantung siapa yang menyebarkannya. Perlu diingat, makin samar beritanya makin mudah juga menyebabkan macam-macam emosi negatif pada orang yang terlibat.

Rumor juga bisa dikatakan sebagai indikasi bahwa ada sesuatu yang salah dalam masyarakat. "Kalau yang bermunculan rumor politik, berarti terjadi ketidakstabilan politik dalam masyarakat."

Emha menegaskan, gosip merupakan refleksi dari keterbatasan pengetahuan. Sebuah gosip bisa muncul dan memanas, sangat berbanding sejajar dengan ketidakpastian informasi. "Semakin tinggi ketidakpastian, semakin tinggi kadar dan kuantitas gosip. Ketidapastian ini juga berlapis-lapis," papar Emha.

Isu lebih gampang membakar masyarakat kurang terdidik. "Umumnya mereka tak cukup kritis dicekoki dengan informasi yang ngawur dan tidak logis. Sedikit saja ada berita yang membangkitkan sentimen kesukuan atau agama, mereka gampang bereaksi," kata Indria Samego, peneliti pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kalau menengok sejarah ke belakang, memang banyak isu bernuansakan SARA yang mengakibatkan pergolakan rakyat kelas bawah. Kerusuhan di Banjarmasin dan Situbondo, misalnya.

Isu ekonomi dan politik campur aduk
Isu, sebenarnya fenomena manusiawi. Itulah sebabnya, "Isu bisa berhembus di bidang kehidupan apa pun. Politik, ekonomi, atau sosial. Dari yang berskala besar sampai tingkat keluarga." Di tengah fakta saling ketergantungan dan hubungan timbal balik kehidupan antarmanusia dan antarmasyarakat dalam era globalisasi dan era informasi, isu yang dihembuskan di suatu bidang kehidupan pasti membuahkan pengaruh pada bidang kehidupan lainnya.

Perbaiki komunikasi
Kepanikan dan kerusuhan akibat tidak rasionalnya pemikiran massa merupakan dampak dari tersebarnya isu. Dengan berkembangnya teknologi informasi, isu bisa menyebar tidak saja dari mulut ke mulut tapi melalui selebaran, telepon, faksimili, serta Internet. Banyak tujuan yang dibebankan di pundak isu. Entah untuk diri si penyebar atau sekelompok orang tertentu. Bisa untuk menjatuhkan seseorang atau sekadar teror, seperti isu bom beberapa bulan yang lalu.

Di atas kertas, yang bertanggung jawab atas dampak isu adalah si pencetus isu. Masalahnya, dalam praktik sangat sulit mencari siapa pencetus isu. "Yang lebih penting, fenomena isu niscaya ditangkap atau dipersepsikan sebagai pertanda berkecamuknya dua faktor tadi, yakni krisis kepercayaan dan keterhambatan komunikasi aspirasi, yang berlangsung kronis di tengah kehidupan publik sehari-hari." Jika sudah begitu, sekadar upaya represif untuk menemukan dan menghukum pencetus isu tidak akan menghilangkan fenomena isu.

Sarlito lebih melihat bukan pada siapa pelempar isu. Akibat isu lebih penting. Ia kemudian memberi contoh sebuah dongeng. Di suatu desa, ada anak kecil yang usil. Suatu hari ia berteriak-teriak, "Macan ... macan ... macan!" Rakyat pun berbondong-bondong ingin menolong anak kecil itu. Tapi apa yang terjadi? Macan ternyata tidak ada, sementara anak kecil tadi malah tertawa-tawa sembari berkata, "Tertipu kalian ....". Kali kedua masyarakat masih percaya. Namun, ketika anak kecil itu benar-benar bertemu dengan macan, teriakannya tidak digubris masyarakat lagi. Alhasil, matilah si anak usil diterkam macan.

Menarik pula belajar dari cara penanganan meredam isu yang berhasil. Ketika Sudono Salim diisukan meninggal, segera ia tampil di muka publik dan disorot oleh salah satu stasiun TV swasta. "Saya ndak mati to!" ujarnya waktu itu, sambil menekankan bahwa uang nasabah benar-benar aman. Juga kasus lemak babi. Indofood segera mengundang ulama dari Al-Washliyah dan Majelis Ulama Indonesia ke pabriknya untuk melihat proses pembuatan mie. Mereka pun disuguhi mie cepat saji itu. Tak lupa wartawan pun diundang. Langkah efektif serupa diterapkan pula oleh Nestle.

Agar isu tak mudah berkembang, mau tak mau harus ada perbaikan cara berkomunikasi. "Informasi yang selama ini disampaikan ke publik tak didasarkan pada kejujuran, melainkan pada kepentingan." Dalam bahasa Paulus, "Untuk memperoleh kepercayaan masyarakat, pihak-pihak yang menjadi kiblat kehidupan masyarakat haruslah konsisten. Tentu melalui tindakan-tindakan yang jelas." Yang tak kalah pentingnya, kaum elite ikut dilibatkan. "Susah untuk menghimbau masyarakat tanpa merangkul kaum ini," tambah Paulus.

Bila masyarakat mendengar adanya imbauan, selama pengimbau sendiri tidak konsisten dengan tindakannya, yang terjadi ibarat berteriak-teriak di padang gurun. Pihak pengimbau harus jelas dan konsisten dalam tindakannya. "Yang jelas transparansi. Kalau informasi itu transparan, dibom isu seberapa pun banyaknya masyarakat tak akan terpengaruh," tegas Sarlito. Kalau rasa percaya pada sumber resmi sangat tinggi, akan sangat sulit bagi masuknya desas-desus yang tak menentu, tulis Dr. Djamaluddin Ancok dalam Majalah Tiara. Kepastian hukum juga perlu diperhatikan mengingat hukum merupakan aturan yang mengikat masyarakat dalam suatu negara.

Pertanyaannya skrg, apakah kita pernah mengalami ato dilanda isu, gosip, dan rumor2? jgn buat isu n gosip baru ya...hehehehehe

Labels:


posted by fahmi @ 4:16 AM   0 comments
Apa itu Gosip???
Apa Itu Gossip?

Gossip, kebanyakan kita sering mendengar tentang ini. Gossip adalah sesuatu yang menarik manusia. Liat aja banyak tayangan gosip tentang artis di TV. Mulai jam 6 pagi sampai sore aja ada.

Apa itu Gosip?

Gosip adalah sebuah cara penyebaran berita dari mulut ke mulut dan informasi yang disampaikan berupa rumor atau informasi rahasia/pribadi. Gossip sering disalahartikan dengan rumor yaitu informasi yang tidak memiliki data dan fakta yang valid. Sebabnya penyebaran rumor biasanya dilakukan lewat media gossip.

Trus buat apa?

Dalam era informasi, informasi adalah komoditas yang langka dan sangat berharga. Kecepatan dalam mendapatkan informasi dari kompetitor adalah suatu keunggulan. Gossip biasanya dimanfaatkan sebagai alat untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi.

Fungsi dari gossip itu sendiri adalah:

* Memperkuat batasan moral. Isu-isu seperti perceraian diangkat dalam aneka ria gossip untuk merefleksikan batasan moral masyarakat
* Mengembangkan sense of community lewat kepentingan bersama dan informasi. Gossip sering dimanfaatkan sebagai alat untuk mempererat tali komunitas. Gossip seperti,"Eh si itu jalan sama anu" akan menambah rasa memiliki dalam komunitas.
* Menghibur, gossip adalah suatu hiburan tersendiri karena itu disebut infotaiment
* Mengembangkan cerita. Bumbu adalah suatu penyegar dalam gossip. Cerita yang jujur bisa berkembang menjadi sebuah cerita dengan sejuta bumbu.
* Mengembagkan social accountability. Akurasi informasi dari gossip membantu kita untuk menentukan whos to trust in what to trust dalam komunitas.
* Meningkatkan status sosial, sudah barang tentu siapa yang lebih sering digosipkan, dialah yang paling populer. =p
* Sebagai alat perjodohan. Kepopuleran di atas bisa membantu kita mengekstrak informasi tentang calon pasangan kita, terutama jika ia populer maka informasi tentang dia bisa didapatkan dimana-mana(akurasi? Namanya juga gossip)
* Merefleksikan opini publik yang sebenarnya.

Setelah kita lihat di atas maka bisa disimpulkan bahwa sebenarnya gossip adalah sesuatu hal yang baik. Tapi kok sawangane(bs jawa yang artinya kelihatannya) kok gossip itu jelek? Kenapa ya?

Apa sih sisi jeleknya gossip?

Kejelekan gossip adalah saat gossip itu dianggap sebagai suatu kebenaran. Liat aja di infotaiment tentang kasus artis2. Kita selalu melihat bias karena informasi yang kita dapat tidak lengkap atau telah korup. Hal ini dikarenakan informasi yang menyebar seringkali tidak obyektif dan reliabel(lidah tak bertulang bung!).

Banyak gossip berkembang menjadi suatu bencana publik yang tak terkendali. Untuk simulasi coba liat film "Gossip", film tentang sekelompok anak muda yang mengembangkan gossip yang menurut mereka,"no dangerous" dan berakhir pada suatu kasus pembunuhan.

Seringkali gossip bersifat merusak karena berasal dari sumber yang seakan-akan dapat dipercaya dengan fakta yang seakan kuat, sehingga gossip itu diterima sebagai informasi.

Dalam bentuk extrem hal ini dapat berupa hoax, fraud, atau disinformation.

Gimana Cara Membuat Gossip?

Prinsip dasar sebuah gossip sama dengan prinsip dasar berbohong, Studi Kasus "Gosip Santi mau nikah":

1. Pilih topik yang bombastis seperti "Santi mau nikah"
2. Cukup menyimpangkan sedikit dari fakta yang ada, disinformasi adalah raja,"Status YM : Persiapan akad nikah tanggal 2 Juni"
3. Sembunyikan fakta yang melemahkan seperti, sebenarnya Santi sudah mbantah, and yang nikah sebenarnya mbaknya =p
4. Tegaskan fakta yang meyakinkan walaupun spekulatif atau mengada-ada, "onok nang status YM-nya"
5. Jika gossip itu tanpa dasar kembangkan dengan se-ekstrim dan sebesar mungkin. Main klaim tanpa dasar yang kuat bisa dilakukan
6. Kasih referensi yang seakan kuat tapi susah dicrosscek, seperti kata Dosen, atau kata Rektor waktu pidato setahun yang lalu, ato rekaman yang nggak jelas suara sapa trus diaku rekamannya suara si X. "Status YM-nya gari selasa lalu kayak gitu kok"
7. Sebarkan melalui sumber yang bisa dipercaya, "status YM-ku sendiri trus menjalar ke statusnya temen, diperkuat berita di BBS"
8. Jangan pernah meragukan kebohonganmu.
9. Jika kebohongan itu bisa meyakinkanmu itulah kebohongan sejati =p

Setelah anda bisa membuat sebuah gossip maka jangan disalahgunakan ya...

Labels:


posted by fahmi @ 3:04 AM   0 comments
Friday, October 06, 2006
duuuuhh,,capek jg ya ngedit blog. alnya aq kan msh pemula. tapi dah lumayanlah. hari ni ngedit mulai masukin foto slide yang disediain slide.com. trus coba2 ngedit di technorati. cuma ada 2 lagi yang belum tercapai, pertama; mo pasang ruang kasih komentar, tapi lom tau caranya. kedua, mo masang status Yahoo!messenger kita online ato tidak. ini yang paling rumit bg aq, dah brpa kali lom berhasil, selalu aja gagal.hehehe..dasar pemula..! kalo ada dari kawan2 blogger yang tau cara2 yg aq mo seperti diatas, kasih tau ya. InsyaAllah ke depan blog ini akan smkin bagus dan rapi.

Labels:


posted by fahmi @ 12:50 AM   0 comments
Blog ini bermanfaat lho
Pasang ya linknya
Blog Sharing
Copy kode di bawah ini:


About Me
Latest Entries
Archieves
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Google Groups Group Atjeh
Mencari Arsip di groups.google.co.id

Aceh Forum Community

Get it from CNET Download.com!
Blog Tutorial
Blog Sharing
Blog Tutorial & Tips
my fren

Template-By

Visit Me Klik It

banner2

Credite

15n41n1

TopOfBlogs

Technology

100 Blog Indonesia Terbaik

Top Personal blogs

GoLedy.com

Directory of Personal Blogs

Google PageRank Checker

DigNow.org

Validated

Valid XHTML 1.0 Transitional