kapok euy...! gila..ampir tiap bulan aku sakit. dah gitu ga tanggung2 lagi, sakit berminggu2, malah ada yg sampe 2 minggu. dimulai dari bulan desember 2006, aku sakit demam tinggi. kata dokter sih gejala DBD. tapi pas test darah nihil alias negatif. kemudian bulan januari 2007 aku sakit demam lagi., bkn malaria bkn DBD, yg jelas demam ampe berhari2. pas pergi ke dokter kata dokter "kamu harus banyak olah raga". aku sih hanya bisa manyun aja, gmna mo olah raga klo ampir tiap sore sllu ngumpol ama parte ato kwn2ku utk ngopi ulee kareng. setelah itu akhir februari sakit lagi. ini malah sangat menyiksa. trus aku priksa ke dokter, katanya mgkin ini terkena penyakit Tipus. tp kmdian lagi2 analisa sang bu dokter salah, alias dimentahkan oleh hasil test darah yg menyatakan hasilnya negatif. aku jg ga tau dari bbrpa kali test darah, napa negatif trus, (bkn aku berharap positif Seh), tapi klo diliat dari aku yg sakitnya, bs dipastikan aku terkena suatu penyakit, misalnya DBD, malaria ato Tipus. entah dokternya yg salah analisa ato orang test darah di RSUZA yg salah. mana ketehe...!!! walopun begitu, sbnarnya aku masih aja mengikuti pola lama, alias msh tetap tidur larut2 malam, rokok, olah raga ga pernah lagi. tapi yg membanggakan aku, skrg aku udah bisa meminimalkan online di dpn kompi utk main internet. karena ku pikir slma ini yg menyebabkan hidup ga hidup ini lah. yg penting shalat berjamaah lancar, trus skrg subuh dah sering berjamaah ke mesjid,,Alhamdulillah. moga aja bs di pertahankan. satu lagi kesibukan ku yaitu menyelesaikan Tugas Akhir (TGA) ku dgn judul TINJAUAN PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG DERMAGA FREE PORT SABANG, mdh2an bln 8 bs wisuda.
Seismogram adalah sebuah rekaman gelombang yg ditangkap oleh seismometer. Sebenarnya ini sangat mudah dimengerti kalau kita melihat bahwa getaran yg dirasakan saat gempa adalah sebuah gelombang yg menjalar, ya gempa memang hanya gelombang yang menjalar namun gelombang ini memiliki kekuatan yang suangat buesar. Kalau anda mendengar dentuman speaker itu juga sama saja dengan gelombang gempa, hanya berbeda kekuatannya saja.
Kita juga tahu kan, kalau suara manusia itu juga gelombang seperti juga gempa. Nah tentunya anda dapat membedakan suara laki-laki dan suara perempuan, juga suara bencong kali ya ... Nah suatu saat nanti bukan hal mustahil kita bisa melihat karakteristik gelombang untuk menentukan "siapa yg sedang bergoyang".
Dibawah ini gambar perbedaan gelombang gempa akibat nuklir dan akibat gempa tektonnik. Nah kita tunggu saja apakah ahli-ahli gempa (seismologist) ini dapat membedakan gempa akibat volkanik dan gempa akibat tektonik.
mengenai "Segitiga kehidupan" dari Doug Copp ternyata sudah beredar dan dikenal secara luas sejak terjadi peristiwa serangan teroris 11 September WTC Building di USA.
Doug Copp mengatakan bahwa dia mengklaim "segitiga kehidupan" ini sangat berperan untuk dapat membantu proses survival saat terjadi keruntuhan pada gedung. Tapi hal ini dianggap sebagai "Hoax" karena tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kenapa metode ini tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah?
Keterangannya kurang lebihnya begini:
Ada contoh yang bisa memudahkan logika untuk kita. Susun beberapa benda diatas meja menjadi suatu susunan dan struktur tertentu, lalu goyangkan meja tersebut. Dari struktur yang jatuh tersebut, kita akan menemukan "segitiga2 kehidupan".
Lalu kita susun kembali benda yang sama tersebut dengan bentuk persis seperti susunan dan struktur yang sama, lalu goyang kembali meja tersebut dari arah yang berbeda. "Segitiga2 kehidupan" yang terjadi akan sangat berbeda, ditempat yang tadinya (percobaan yang pertama) ada "segitiga kehidupan" akan tertimbun tanpa ruangan kosong!
Dengan sumber dan arah gempa yang sulit sekali diprediksi, pembuktian tadi menunjukan bahwa metode ini sangat sulit sekali untuk diprediksi, kapan dan dimana "segitiga kehidupan" itu dapat terjadi.
Gempa pada suatu bangunan itu kira2 akan seperti itu, akibat goyangan, dimana goyangan ini tidak dapat diketahui arahnya, yang mengakibatkan model bentuk keruntuhan pada struktur bangunan juga tidak pernah dapat bisa dipastikan.
Sampai saat ini, seluruh referensi dari para ahli bangunan mengatakan bahwa berlindung dibalik meja atau benda2 yang seperti meja adalah yang paling baik, untuk menghindari kejatuhan dari atas. Berlindung disamping meja, menanggung risiko tertimpa benda yang jatuh, bahkan monitor komputer dimeja kita pun bisa menimpa kepala kita sendiri.
Jika rekan-rekan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut berkaitan dengan pro kontra dari metode "segitiga kehidupan" ini, silahkan search di Google dengan kata kunci "Doug Copp". Di sana akan banyak didapatkan artikel yang menerangkan bahwa metode penyelamatan model Doug Copp justru lebih mendekatkan para korban gempa kepada risiko kematian yang lebih tinggi.
Selain itu didapatkan hasil Penelitian yang menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan tertinggi saat gempa adalah disaat seseorang berusaha pindah dari posisi semula.
Federal Emergency Management Agency (FEMA) dari Amerika memberikan rekomendasi yang apa yang seharusnya dilakukan saat gempa, detailnya adalah sbb :
1. Jika berada didalam ruangan -
*Jatuhkan badan kelantai, cari perlindungan dibawah meja yang kokoh atau benda lain yang kecil kemungkinan jatuh sampai keadaan aman.
*Bila tidak memungkinkan, cari perlindungan dekat dasar dinding.
Lindungi Kepala dengan tangan anda.
*Jauhi jendela, benda besar lain yang mudah tumbang, atau bahan kaca yang mudah pecah. Jangan berlindung dekat benda yang menggantung, kaca cermin atau furniture yang tinggi
*Kematian dan kecelakaan selama gempa sering disebab kan kejatuhan benda, maka kenali ruangan dimana anda berada.
2. Jika berada diluar - carilah tempat terbuka yang jauh dari bangunan atau tiang listrik.
3. Jika sedang mengemudi - berhenti, tapi tetap berada didalam mobil. Jauhi jembatan, pohon-pohon, tiang listrik atau benda lain yang mudah tumbang.
4. Jika berada di pengunungan - waspada batu dari atas akibat getaran gempa.
5. Jika berada di pantai - pergilah ketempat yang tinggi dari permukaan laut.
Dan yang ini malah lebih parah lagi....
Catatan penting: metode segitiga kehidupan ini belum terbukti, dan bahkan pencetusnya is under investigation by a U.S. Department of Justice fraud unit.
Info lengkap dapat dibaca di:
http://snopes.com/crime/warnings/triangle.asp All,
dari salah satu rubrik di KOMPAS online, ada beberapa pembaca yang share mengenai email berantai mengenai Segitiga Kehidupan. Sayang sekali web KOMPAS tidak bisa di copy paste, tapi intinya adalah dimana metode segitiga kehidupan yg banyak beredar adalah sesuatu yg belum terbukti secara ilmiah dan sudah dikategorikan sebagai HOAX.
Jika berminat bisa google dengan kata kunci Doug Coup, dan bahkan bisa juga dicari di WIKIPEDIA dengan kata kunci 'triangle of life' , salah satu web tersebut akan memberi informasi bahwa Doug Coup yg mengklaim sebagai penemu metode ini malah sesungguhnya sedang diinvestigasi oleh US Dept of Fraud Unit.
Artikel di KOMPAS tersebut bisa dilihat di link berikut
Bagi yang sudah memforward email segitiga kehidupan tersebut, tolong sebar luaskan berita ini juga, jangan sampai semakin bnyk orang yg salah dalam mengambil tidakan yang mungkin hanya sepersekian detik utk menyelamatkan jiwanya.
Masalah ini memang masih merupakan pro-kontra, tapi seperti yang juga disebutkan oleh beberapa pembaca KOMPAS tersebut, tidakkah lbh baik jika kita cenderung mempercayai anjuran resmi dari pemerintah Jepang dan Amerika utk langkah2 darurat semacam ini?
sumber : http://www.freelists.org/archives/geologiugm/06-2006/msg00028.html
mengenai "Segitiga kehidupan" dari Doug Copp ternyata sudah beredar dan dikenal secara luas sejak terjadi peristiwa serangan teroris 11 September WTC Building di USA.
Doug Copp mengatakan bahwa dia mengklaim "segitiga kehidupan" ini sangat berperan untuk dapat membantu proses survival saat terjadi keruntuhan pada gedung. Tapi hal ini dianggap sebagai "Hoax" karena tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kenapa metode ini tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah?
Keterangannya kurang lebihnya begini:
Ada contoh yang bisa memudahkan logika untuk kita. Susun beberapa benda diatas meja menjadi suatu susunan dan struktur tertentu, lalu goyangkan meja tersebut. Dari struktur yang jatuh tersebut, kita akan menemukan "segitiga2 kehidupan".
Lalu kita susun kembali benda yang sama tersebut dengan bentuk persis seperti susunan dan struktur yang sama, lalu goyang kembali meja tersebut dari arah yang berbeda. "Segitiga2 kehidupan" yang terjadi akan sangat berbeda, ditempat yang tadinya (percobaan yang pertama) ada "segitiga kehidupan" akan tertimbun tanpa ruangan kosong!
Dengan sumber dan arah gempa yang sulit sekali diprediksi, pembuktian tadi menunjukan bahwa metode ini sangat sulit sekali untuk diprediksi, kapan dan dimana "segitiga kehidupan" itu dapat terjadi.
Gempa pada suatu bangunan itu kira2 akan seperti itu, akibat goyangan, dimana goyangan ini tidak dapat diketahui arahnya, yang mengakibatkan model bentuk keruntuhan pada struktur bangunan juga tidak pernah dapat bisa dipastikan.
Sampai saat ini, seluruh referensi dari para ahli bangunan mengatakan bahwa berlindung dibalik meja atau benda2 yang seperti meja adalah yang paling baik, untuk menghindari kejatuhan dari atas. Berlindung disamping meja, menanggung risiko tertimpa benda yang jatuh, bahkan monitor komputer dimeja kita pun bisa menimpa kepala kita sendiri.
Jika rekan-rekan ingin mendapatkan informasi lebih lanjut berkaitan dengan pro kontra dari metode "segitiga kehidupan" ini, silahkan search di Google dengan kata kunci "Doug Copp". Di sana akan banyak didapatkan artikel yang menerangkan bahwa metode penyelamatan model Doug Copp justru lebih mendekatkan para korban gempa kepada risiko kematian yang lebih tinggi.
Selain itu didapatkan hasil Penelitian yang menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan tertinggi saat gempa adalah disaat seseorang berusaha pindah dari posisi semula.
Federal Emergency Management Agency (FEMA) dari Amerika memberikan rekomendasi yang apa yang seharusnya dilakukan saat gempa, detailnya adalah sbb :
1. Jika berada didalam ruangan -
*Jatuhkan badan kelantai, cari perlindungan dibawah meja yang kokoh atau benda lain yang kecil kemungkinan jatuh sampai keadaan aman.
*Bila tidak memungkinkan, cari perlindungan dekat dasar dinding.
Lindungi Kepala dengan tangan anda.
*Jauhi jendela, benda besar lain yang mudah tumbang, atau bahan kaca yang mudah pecah. Jangan berlindung dekat benda yang menggantung, kaca cermin atau furniture yang tinggi
*Kematian dan kecelakaan selama gempa sering disebab kan kejatuhan benda, maka kenali ruangan dimana anda berada.
2. Jika berada diluar - carilah tempat terbuka yang jauh dari bangunan atau tiang listrik.
3. Jika sedang mengemudi - berhenti, tapi tetap berada didalam mobil. Jauhi jembatan, pohon-pohon, tiang listrik atau benda lain yang mudah tumbang.
4. Jika berada di pengunungan - waspada batu dari atas akibat getaran gempa.
5. Jika berada di pantai - pergilah ketempat yang tinggi dari permukaan laut.
Dan yang ini malah lebih parah lagi....
Catatan penting: metode segitiga kehidupan ini belum terbukti, dan bahkan pencetusnya is under investigation by a U.S. Department of Justice fraud unit.
Info lengkap dapat dibaca di:
All,
dari salah satu rubrik di KOMPAS online, ada beberapa pembaca yang share mengenai email berantai mengenai Segitiga Kehidupan. Sayang sekali web KOMPAS tidak bisa di copy paste, tapi intinya adalah dimana metode segitiga kehidupan yg banyak beredar adalah sesuatu yg belum terbukti secara ilmiah dan sudah dikategorikan sebagai HOAX.
Jika berminat bisa google dengan kata kunci Doug Coup, dan bahkan bisa juga dicari di WIKIPEDIA dengan kata kunci 'triangle of life' , salah satu web tersebut akan memberi informasi bahwa Doug Coup yg mengklaim sebagai penemu metode ini malah sesungguhnya sedang diinvestigasi oleh US Dept of Fraud Unit.
Artikel di KOMPAS tersebut bisa dilihat di link berikut
Bagi yang sudah memforward email segitiga kehidupan tersebut, tolong sebar luaskan berita ini juga, jangan sampai semakin bnyk orang yg salah dalam mengambil tidakan yang mungkin hanya sepersekian detik utk menyelamatkan jiwanya.
Masalah ini memang masih merupakan pro-kontra, tapi seperti yang juga disebutkan oleh beberapa pembaca KOMPAS tersebut, tidakkah lbh baik jika kita cenderung mempercayai anjuran resmi dari pemerintah Jepang dan Amerika utk langkah2 darurat semacam ini?